Beranda Provinsi Banten Gubenur Banten Tidak Mau Di Vaksin Buatan Cina 

Gubenur Banten Tidak Mau Di Vaksin Buatan Cina 

637
0

Gubenur Banten Tidak Mau Di Vaksin Buatan Cina 

Banten Rajawalinewstv.Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memastikan dirinya tidak akan disuntik vaksin Covid-19 Sinovac buatan China lantaran terbentur dengan faktor umur,

Walau begitu Wahidin Halim yang akrab disapa WH ini akan menghadiri launching pelaksanaan vaksinasi pada Kamis 14 /01/ 2021 di Pendopo Bupati Kabupaten Tangerang.

Tidak disuntik vaksin WH ini pun menjadi pertanyaan besar keraguan vaksin Sinovac buatan China itu. Terlebih Gubernur WH telah menerbitkan instruksi untuk para kepala daerah di Banten untuk menjadi gelobang yang pertama disuntik vaksin Covid-19.

Walau demikian Gubernur tetap menghadiri lonching pertama vaksin Covid 19 di pendopo Bupati Tangerang Kamis 14/01/2021.
Menurut penjelasan orang nomor satu di propinsi Banten,tidak mau di suntik vaksin sinovac karna paktor umur,usia diatas 60 tahun.

“Senada, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti menambahkan, Gubernur Banten rencananya akan divaksin Covid-19 dari Pfizer karena Sinovac sendiri terkendala dengan faktor usia.

“Pfizer rencanaya, Ini nunggu tahapan, belum ada vaksinnya” ujarnya.

Menurut Ati, kegiatan launching vaksinasi untuk pimpinan daerah akan di pusatkan di Pendopo Bupati Bupati Kabupaten Tanggerang.

Yang akan di suntik vaksin Covid-19 mulai dari Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkompinda) se-Banten.

Sebanyak 14 pejabat Kepala daerah bersama Forkompinda ditingkat Provinsi, ketua DPRD Provinsi, Kapolda Banten, serta Dandrem sama Kejati Banten hari ini Kamis 14/10/2021,mulai di suntik vacsin covid 19,(sinovac) katanya.

Pelaksanaan vaksinasi kata Ati, terdiri dari beberapa tahapan, pendaftaran, screening oleh dokter spesialis, dan vaksinasi.

“Terakhit pemantauan selama 30 menit apakah ada reaksi dengan didampingi tim Komdakipi untuk memantau jalanya apakah terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi atau tidak,” ungkapnya

Setelah tahapan pertama vaksin selesai, dikatakan Ati, vaksinasi tahap kesatu, termin dua rencanaya akan dilaksanakan diakhir Januari 2021.

“Sudah bisa pelaksanaan di 6 Kabupaten/Kota lainnya awal Februari 2021,” terang Ati.

Disinggung alokasi vaksin tahap pertama masih tersisa ribuan di gudang Farmasi Banten, Ati menegaskan, dosis vaksin yang terisisa sebagai cadangan untuk tenaga medis yang tidak terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Nah yang 2 ribu (dosis vaksin) itu sesuai arahan Kemenkes stock di Gudang Farmasi tujuannya Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di Kemens itu dapat digunakan,” demikian kata Ati.(Isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here