Beranda DAERAH Sidang Kasus Utang Piutang Menjadi Pidana di buat ajang manfaat dan Kriminalisasi.

Sidang Kasus Utang Piutang Menjadi Pidana di buat ajang manfaat dan Kriminalisasi.

503
0

Sidang Kasus Utang Piutang Menjadi Pidana di buat ajang manfaat dan Kriminalisasi.

Rajawalinewstv Metro, Sebuah perjalanan hidup seorang ibu rumah tangga sebut namanya Bunga berinisial EM berawal dari hutang piutang di rentenir dengan bunga 8℅ sampai 11℅ berujung diklat di hotel Prodeo di jatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan.

Harapan demi harapan Pupus dan hilang kepercayaan terhadap supremasi keadilan yang sebenar benar nya.

Dari perjalanan pinjam uang rentenir dengan bunga 8 ℅ sampai 11 ℅ berujung pidana dan menginap di sebuah hotel prodeo. Yang lebih sakit nya seorang ibu rumah tangga kawan sama sama memakai uang pinjaman rentenir dengan total Rp. 164.528.000 juta di bagi dengan kawan deketnya saudari Dahlia sebesar Rp. 60.264.000 juta dan saudari Endang Rp. 20.000.000 juta jadi murni saudari EM meminjam Rp. 84.264.000 juta akan tetapi kenapa sama sama meminjam dengan orang yang sama akan tetapi pemilik uang Hajah Trisna Yuliza selaku rentenir mengadukan Saudari EM ke proses hukum sampai mendapat hukuman penjara 1.6 bulan kenapa kedua kawan nya bebas tidak di proses secara hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Apa bedanya Saudari EM dan Dahlia serta Endang mereka sama sama menikmati uang yang di pinjam dengan penanggung jawab saudari EM. Apakah proses hukum ini akan kalah dengan orang yang berduit banyak. Atau hukum berlaku untuk orang kecil tidak berlaku untuk orang yang mempunyai uang.

Dalam sebuah kisah kaca mata hukum para rentenir pintar menjerat semua nasabah untuk di proses ke jalur hukum semua peminjam dengan mengunakan cara uang titipan agar pada saat tidak bisa membayar bisa di laporkan dengan kasus penggelapan nya.

Sama dengan seorang ibu rumah tangga yang meminjam ke seseorang Rentenir yang notabennya Hajah serta seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama di salah satu kabupaten Lampung.

Yang ironis nya peminjam 3 orang tapi kenapa 1 di proses hukum. 2 bebas padahal kasus sama. Bedanya penanggung jawab saudari EM.
Kami berharap pihak kejaksaan agar meninjau ulang perkara tersebut agar masyarakat bisa percaya dengan lembaga hukum yang ada di indonesia.

Narasumber.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here