Beranda INFO KABUPATEN Indikator Inflasi di Wilayah Kota Gunungsitoli melalui Survei BPS

Indikator Inflasi di Wilayah Kota Gunungsitoli melalui Survei BPS

81
0

Indikator Inflasi di Wilayah Kota Gunungsitoli melalui Survei BPS

Kep. Nias, Rajawalinewstv.com. Perkembangan harga barang dan jasa di Kota Gunungsitoli pada bulan Februari 2021 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Selasa, (02/03/2021).

Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gunungsitoli bahwa Gunungsitoli pada bulan februari 2021 mengalami Deflasi sebesar 1,55 persen atas terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 109.02 pada bulan januari 2021 menjadi 107.33 pada bulan Februari 2121.

Inflasi tahun kalender Kota Gunungsitoli selama Tahun 2021 deflasi sebesar 0,48 persen dan laju inflasi “year on year” (februari 2021 terhadap februari 2020) sebesar 4,22 persen.

Inflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan oleh beberapa kelompok yakni; 1. Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,28 persen. 2. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,59 persen. 3. Kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya sebesar 0,4 persen. 4. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,30 persen. 5. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,12 persen.

Komoditas tertinggi penyumbang andil inflasi/deflasi pada bulan februari 2021 di Kota Gunungsitoli terdiri dari 7 komoditas, yaitu: 1. Ayam hidup 0,0459; 2. Ikan asing teri 0,0429; 3. Angkutan udara 0,0402; 4. Baju kebaya 0,0325; 5. Kelapa 0,0314; 6. Sepatu pria 0,0152; 7. Minyak goreng 0,0143

Indeks harga konsumen (IHK) melihat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi dari waktu ke waktu. Indeks harga konsumen diambil dari data empat kelompok, yaitu kelompok makanan, perumahan, aneka barang, dan jasa. IHK tersebut digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai indikator inflasi di wilaya Kota Gunungsitoli.
A Bawamenewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here