Beranda Berita Terkini Penegakan Hukum Lemah, PETI Makin Menggila di Sintang

Penegakan Hukum Lemah, PETI Makin Menggila di Sintang

186
0

Sintang | Rajawalinewstv. com

Akibat penegakan hukum yang kian lemah, aktifitas penambangan emas tanpa izin (PETI) semakin menggila dan merajalela Kabupaten Sintang.

Jika sebelumnya mereka beraktifitas di lokasi-lokasi yang jauh dari pemukiman, sekarang sudah semakin terbuka, terang-terangan terutama di kawasan Sungai Melawi yang merupakan sungai terbesar di Sintang

Bahkan tak jauh dari tempat pemukiman penduduk,kantor-kantor Polisi pun mereka sudah begitu berani melaksanakan kegiatan PETI, seperti di Desa Baning Kota Kecamatan Sintang kab. Sintang kalimantan Barat . Tak sampai tiga ratus meter,dari pemukiman penduduk terlihat sejumlah alat PETI bekerja tanpa tersentuh hukum dan rasa malu kepada masyarakat sekitarnya maupun yang melihat dari jalan raya.

Tidak hanya di sini, di desa sungai putih kab. Sintang , terlihat mereka semakin beraktifitas bebas tanpa batas.

Warga yang keberatan hanya dapat menahan amarah, melihat aktifitas ini diduga dibekingi oleh oknum aparat, sehingga sulit bagi mereka untuk melakukan pemusnahan. Dan penertiban, Hal ini ujarnya tak terlepas dari lemahnya penegakan hukum.baik pemerintah daerah maupun aparat hukum setempat.

“Salah satu warga Masyarakat inisial Sr mengatakan bahwa sebenarnya sebagian besar marah dan kecewa melihat akfifitas PETI ini, tetapi mereka khawatir, di tengah itu aparat hukum tak bertindak,”ujarnya.

Begitu banyak pengorbanan yang dirasakan masyarakat, selain lingkungan alam yang rusak yang berakibat pada tercemarnya air, musnahnya flora dan fauna, lingkungan yang tandus, juga suara yang bising akibat PETI terutama bagi masyarakat sekitarnya.

Ditambahkan Sr Kami minta POLDA KALBAR dan pemerintah daerah turun tangan mengatasi masalah PETI di Sintang agar sedikit ada efek jera dan tidak semakin merajalela,”pungkasnya.

Bahkan baru baru ini salah seorang oknum pekerja PETI di Desa Baning Kota berinisial OC. Sempat menganiyaya seorang wartawan dari Harian Fajar yang dalam tugasnya mencari keterangan dan konfirmasi lansung dengan pihak pihak pekerja, dan yang terlibat dalam aktivitas maraknya PETI di kab. Sintang.

Warga inisial A mengatakan Aktivitas PETI ini sudah beberapa kali di publikasikan sama jurnalis jurnalis di kab. Sintang namun sampai sekarang aktivitas ini masi saja berjalan, dan aman aman saja, dan kalau dikaitkan masalah Undang undang minerba NO 04 tahun 2009 saya rasa aparat Hukum sudah pasti tau kalau para pekerja PETI sudah dapat dijerat Pidana. Hal ini memperkuat perkiraan sebagian masyarakat kalau aparat terkesan tutup mata. Tandasnya(bahtiarni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here