Beranda Berita Terkini Warga Desa Lubuk karet keluhkan (BLT-DD) di Sunat Oknum RT.

Warga Desa Lubuk karet keluhkan (BLT-DD) di Sunat Oknum RT.

772
0

Warga Desa Lubuk karet keluhkan (BLT-DD) di Sunat Oknum RT.

Rajawalinewstv.com|Banyuasin Beragam Skema bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,Sala satunya bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD), menjadi polemik Warga desa lubuk karet kecamatan Betung kabupaten Selasa (11/05/21)

Pasalnya, bantuan tersebut diduga  ada pemotongan oleh oknum unsur pemerintahan desa RT 14 Simpang pancur, sebesar 200.000,00 per KPM
Sedangkan bantuan yang seharusnya masyarakat menerima Rp 300.000,00 bulan Januari dan Februari total dua bulan Sebesar Rp.600.000,00 kini malah di sunat, alias di kurangi

Hal tersebut diungkapkan warga desa lubuk karet yang namanya tidak mau disebutkan kepada media ini, bantuan BLT-DD yang semestinya di berikan berjumlah Rp 300.000,00 Per KPM dua bulan sebesar Rp. 600.000,00 malah di potong oleh pak RT 200.000,00 pak.

“Kami tidak terima tiba-tiba hak kami di kurangi, ada kurang lebih 13 orang yang menerima Manfaat (BLT-DD) di kurangi duit nya” ungkap dia

“Kan jelas bantuan yang dari pemerintah melalui Dana desa itu untuk masyarakat yang terdampak Covid-19. Jangan lah dikurangi lagi” tambah nya

Sementara pemerintah desa lubuk karet melalui sekdes Adi Saputra saat di konfirmasi media rajawalinewstv melalui telepon selulernya mengatakan, “ya informasi tersebut memang benar oknum RT mengurangi BLT-DD tersebut.

“Yang jelas kami dari pemerintah desa sudah menyampaikan melalui Kadus Samapi ke RT Bahwa sesuai data yang kami terima dari RT 14 it sebanyak 13 KPM dengan jumlah dana Rp 600.000,00 untu dibayarkan bulan Januari dan Februari tahun 2021 tahap pertama ini.

Lanjut dia, Tiba-tiba ada pengurangan itu kami tidak tau kami cuman berdasarkan sesuai data yang di berikan oleh RT kepada kami dan kami salurkan bantuan langsung tunai itu jumlah nya cukup tidak ada yang di kurangi kalu dari kami pemerintah desa.

“Karena semua itu kami serahkan semau ke RT untuk menyalurkannya ke masyarakat secara dor to door kerumah rumah melalui RT, jika ada nya pengurangan kami tidak tau lagi wewenang sudah di tangan RT masing-masing”pungkas dia

Pewarta; supriyandi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here