Beranda Berita Terkini SUASANA HARI RAYA IDUL ADHA DI MASJID BAITUL JANNAH 2021 M-1442 H.

SUASANA HARI RAYA IDUL ADHA DI MASJID BAITUL JANNAH 2021 M-1442 H.

216
0

SUASANA HARI RAYA IDUL ADHA DI MASJID BAITUL JANNAH 2021 M-1442 H.

Lombok tengah 20/07/2021 Salah satu hari besar dalam Islam selain hari raya ldul Fitri adalah Hari Raya Idul Adha yaitu hari raya yang diawali dengan sholat sunat dua rakaat dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban untuk dibagikan kepada sesama.

Namun kali ini sejak dua tahun yang lalu sampai sekarang ada sesuatu hal yang berbeda dengan pelaksanaan hari raya ldul Adha yang disebabkan oleh adanya peraturan pembatasan kegiatan masyarakat yang harus mengikuti prokes yang ketat akibat belum berakhirnya pandemi virus Corona.

Dengan masih adanya wabah virus Corona ini sangat mempengaruhi ketidak stabilan dunia di segala bidang termasuk dalam hal pelaksanaan ibadah atau kegiatan-kegiatan terhadap semua ummat beragama tidak terkecuali agama Islam.
Walaupun demikian sebagian dari warga yang tidak termasuk dalam katagori daerah zona merah tetap menggelar hari raya ldul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan,sebagaimana yang dilakukan oleh jamaah masjid Baitul Jannah,desa pengadang kecamatan praya tengah, kabupaten Lombok tengah/NTB.

Pada kesempatan itu khatib Muhammad Fauzi Spi dalam khotbahnya menyampaikan bahwa,kendati sampai saat ini pandemi virus corana masih belum berakhir bukan berarti mengurangi kedekatan dan pengorbanan kita kepada Allah SWT,akan tetapi justru sebaliknya kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meningkatkan iman & taqwa kepada Allah.
Lebih jauh khatib mengajak kepada jamaah/ummat Islam agar senantiasa dapat meneladani dan mengikuti pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as.yang pada akhirnya telah diganti oleh Allah dengan seekor kambing, sebagaimana diceritakan sejarahnya yang terdapat dalam Q. S. As-shofat.
Adapun hikmah yang dapat dipetik dalam khutbah yang disampaikan oleh Muh.Fauzi tsb. antara lain,
(1) Berusaha mengikuti totalitas keikhlasan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as sebagai bentuk pendekatan diri hanya kepada Alloh swt.bukan karena yang lainnya.
(2) Penyelamatan Nabi Ismail dari qurban ayahnya Nabi ibrahim As yang diganti oleh seekor kambing adalah bentuk kemulian pada manusia yang mempunyai derajat lebih tinggi dari pada mahluk lainnya.
(3) Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama manusia dan melepaskan diri dari nafsu berlebihan yang hanya dimiliki oleh binatang.
Pada acara Hari Raya Idul Adha yang dilaksanakan di masjid BAITUL JANNAH ini,oleh panitia penyelenggara BUDIMAN SAHIDAN memberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat dengan mengikuti 3 M,dan pada kesempatan itu panitia diserahkan hewan qurban berupa dua ekor sapi dan lima ekor kambing.
( Kontributor H.Misran )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here